Arema FC Tampil Tangguh Bungkam Persija Jakarta. Arema FC kembali menunjukkan taringnya di Liga 1 2025/2026 setelah membungkam Persija Jakarta dengan skor 2-0 pada pekan ke-23 di Stadion Kanjuruhan, Malang, 11 Februari 2026. Kemenangan telak ini bukan hanya tiga poin biasa, melainkan pernyataan bahwa Singo Edan masih sangat berbahaya di kandang sendiri. Gol dari Dedik Setiawan dan Evan Dimas membuat Arema naik ke peringkat 5 klasemen dengan 38 poin, sementara Persija tertahan di posisi 8 dengan 32 poin. Laga ini berlangsung intens dengan tempo tinggi, tapi Arema lebih klinis dalam penyelesaian akhir dan solid di lini belakang. Kemenangan ini juga memutus tren buruk Arema di dua laga sebelumnya, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan di Kanjuruhan menjadi 11 pertandingan beruntun musim ini. BERITA TERKINI
Dominasi Arema di Babak Pertama: Arema FC Tampil Tangguh Bungkam Persija Jakarta
Pertandingan langsung berjalan panas sejak peluit kick-off. Arema mengambil inisiatif dengan penguasaan bola mencapai 58 persen di 45 menit pertama dan menciptakan 9 tembakan, 4 di antaranya tepat sasaran. Dedik Setiawan membuka keunggulan di menit ke-18 lewat sundulan keras menyambut umpan silang Fajar Fathur Rahman dari sisi kanan. Gol ini menjadi penegasan bahwa lini serang Arema mulai menemukan chemistry setelah beberapa pekan kurang tajam.
Persija sempat membalas dengan beberapa peluang lewat tendangan bebas Ryo Matsumura dan tembakan jarak jauh Resky Fandi, tapi kiper Arema, Adilson Maringa, tampil gemilang dengan tiga penyelamatan krusial. Lini belakang Arema yang dikomandoi Hansamu Yama dan Alie Sesay berhasil membatasi ruang gerak Macan Kemayoran, terutama menutup jalur operan ke striker asing mereka. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 1-0 untuk tuan rumah, dan Persija terlihat kesulitan menemukan celah di tengah pressing tinggi Arema.
Kontrol Babak Kedua dan Gol Penutup: Arema FC Tampil Tangguh Bungkam Persija Jakarta
Memasuki babak kedua, Persija mencoba meningkatkan intensitas dengan memasukkan Marko Simic dan Yakob Sayuri, tapi Arema justru semakin dominan. Evan Dimas mencetak gol kedua di menit ke-67 lewat tendangan keras dari luar kotak penalti setelah menerima umpan pendek dari Stefano Lilipaly. Gol ini mematikan semangat Persija, yang kemudian kehilangan fokus dan sering kehilangan bola di lini tengah.
Statistik akhir menunjukkan Arema unggul dalam penguasaan bola (56%), tembakan (15-8), dan tembakan tepat sasaran (6-3). Persija hanya menciptakan dua peluang berbahaya sepanjang laga, keduanya berhasil diamankan Maringa. Pelatih Arema, Fernando Gaston, memuji mental juang anak asuhnya yang mampu tampil disiplin meski tekanan dari suporter tuan rumah sangat tinggi. Sementara pelatih Persija, Thomas Doll, mengakui timnya kalah dalam duel duel dan kurang klinis di depan gawang.
Kesimpulan
Kemenangan 2-0 atas Persija Jakarta menjadi bukti bahwa Arema FC sedang dalam performa terbaiknya di Liga 1 musim ini. Dengan permainan kolektif, ketajaman penyelesaian akhir, dan solidnya pertahanan, Singo Edan berhasil membungkam salah satu tim terkuat ibu kota di kandang sendiri. Hasil ini tidak hanya menambah poin krusial dalam perburuan zona atas, tapi juga meningkatkan moral tim menjelang laga-laga sulit berikutnya. Bagi Persija, kekalahan ini menjadi alarm bahwa konsistensi masih menjadi masalah besar. Pekan-pekan mendatang akan semakin ketat, tapi Arema telah menunjukkan bahwa mereka siap bertarung hingga akhir musim. Kanjuruhan kembali menjadi benteng kokoh, dan momentum ini harus dijaga agar mimpi juara tetap hidup. Semangat Arema!