AC Milan Hajar Bologna 3-0 di Serie A. AC Milan tampil dominan mengalahkan Bologna 3-0 di laga Serie A matchday 23 pada 3 Februari 2026 di Stadio Renato Dall’Ara. Gol dari Ruben Loftus-Cheek di menit 20, Christopher Nkunku dari penalti menit 39, dan Adrien Rabiot di menit 48 memastikan kemenangan meyakinkan bagi Rossoneri. Di bawah asuhan Massimiliano Allegri, Milan menunjukkan performa terbaik musim ini dengan penguasaan bola, pressing tinggi, dan eksekusi klinis. Hasil ini bawa Milan ke 50 poin, mendekatkan jarak dengan pemimpin klasemen Inter Milan menjadi lima poin, sambil perpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 22 laga di Serie A. REVIEW FILM
Awal Laga dan Gol Loftus-Cheek: AC Milan Hajar Bologna 3-0 di Serie A
Bologna memulai dengan energi tinggi di kandang sendiri, tapi Milan cepat ambil kendali. Pada menit 20, Nkunku sundul bola yang ditepis kiper Federico Ravaglia, Rabiot ambil rebound dan umpan sederhana ke Loftus-Cheek yang tembak ke gawang kosong. Gol ini jadi pembuka dominasi Milan. Bologna kesulitan ciptakan ancaman, meski punya peluang lewat Orsolini dan Castro. Milan unggul penguasaan bola dan tembakan, membuat Bologna bertahan sepanjang babak pertama. Loftus-Cheek tampil impresif di lini depan, sementara Rabiot dan Fofana kuasai tengah. Skor 1-0 bertahan hingga menit akhir babak pertama.
Penalti Nkunku dan Dominasi Babak Kedua: AC Milan Hajar Bologna 3-0 di Serie A
Menit 39, Nkunku dilanggar Ravaglia di kotak penalti, wasit langsung tunjuk titik putih. Nkunku sendiri eksekusi penalti dengan tenang ke kanan bawah, Ravaglia salah arah. Skor 2-0 di break, Milan unggul nyaman. Babak kedua baru berjalan tiga menit, Rabiot curi bola dari long throw-in Miranda dan lari solo sebelum tembak akurat ke gawang. Gol ini matikan semangat Bologna. Milan terus kontrol permainan, meski Allegri lakukan rotasi dengan masuk Ricci, Jashari, FĂĽllkrug, dan Tomori. Bologna ganti pemain tapi tak bisa bangkit, bahkan kebobolan lagi hampir dari counter Milan. Clean sheet Milan jadi yang pertama sejak 18 Januari, tunjukkan soliditas pertahanan.
Dampak bagi Klasemen dan Prospek Milan
Kemenangan ini jadi statement kuat dari Milan di bulan Februari yang padat. Mereka capai 50 poin dari 23 laga (14 menang, 8 seri), rekor terbaik sejak era tiga poin. Performa tandang impresif, tak terkalahkan 22 laga Serie A berturut-turut—terpanjang sejak 1992/93. Pemain Prancis seperti Nkunku dan Rabiot jadi bintang, ditambah Loftus-Cheek yang kontribusi besar. Bologna, di posisi tengah bawah, tampak kesulitan defensif dan kurang tajam. Pelatih Vincenzo Italiano harus evaluasi cepat. Milan kini punya momentum bagus jelang laga krusial berikutnya, dengan potensi rebut puncak jika Inter tergelincir. Absennya Pulisic, Leao, dan Saelemaekers tak halangi performa tim.
Kesimpulan
AC Milan hajar Bologna 3-0 dengan permainan superior, gol Loftus-Cheek, Nkunku (penalti), dan Rabiot jadi penentu. Kemenangan ini perkuat posisi Milan di papan atas Serie A, dekatkan jarak dengan Inter, dan tunjukkan kedalaman skuad Allegri. Rossoneri tampil klinis dan solid, sementara Bologna harus bangkit dari kekalahan telak ini. Musim 2025/2026 semakin panas, dan Milan siap bersaing ketat hingga akhir.