Analisis Taktik Barcelona vs Atletico Leg 1. Leg pertama semi final Copa del Rey 2025/2026 antara Barcelona dan Atletico Madrid di Estadi Olímpic Lluís Companys berakhir dengan skor imbang 1-1 pada Kamis malam (19 Februari 2026). Pertandingan ini menampilkan dua pendekatan taktik yang sangat kontras: Barcelona di bawah Hansi Flick mengusung pressing tinggi dan penguasaan bola, sementara Diego Simeone menerapkan blok rendah yang sangat disiplin disertai serangan balik cepat. Hasil imbang ini membuat leg kedua di Wanda Metropolitano menjadi sangat terbuka, dengan gol tandang Atlético (dari Julián Álvarez) memberi mereka keuntungan kecil tapi berarti. BERITA TERKINI
Pendekatan Serangan Barcelona: Analisis Taktik Barcelona vs Atletico Leg 1
Hansi Flick menerapkan pressing tinggi sejak menit pertama, memaksa Atletico kesulitan membangun serangan dari belakang. Barcelona mendominasi penguasaan bola hingga 58% dan mencatat 14 tembakan (5 on target). Taktik utama adalah overload di sayap kiri melalui kombinasi Alejandro Balde dan Lamine Yamal, yang berhasil menciptakan beberapa peluang di 20 menit pertama.
Di lini tengah, Pedri dan Gavi berperan sebagai pivot dinamis yang sering maju ke kotak penalti untuk mendukung Lewandowski. Namun Barcelona kurang klinis dalam penyelesaian akhir: beberapa peluang dari Raphinha dan Yamal gagal dikonversi karena penutupan ruang yang ketat dari bek tengah Atletico. Gol penyama kedudukan Lewandowski di menit 62 datang dari skema set-piece yang sudah dipersiapkan Flick—umpan silang Raphinha disundul sempurna oleh Lewandowski. Secara keseluruhan, serangan Barcelona efektif tapi kurang tajam di sepertiga akhir lapangan.
Pertahanan Kokoh Atletico dan Serangan Balik: Analisis Taktik Barcelona vs Atletico Leg 1
Diego Simeone kembali menunjukkan mengapa ia dikenal sebagai “master bertahan”. Formasi 5-3-2 membuat Atletico sangat rapat di lini belakang: César Azpilicueta, Robin Le Normand, dan José María Giménez membentuk trio yang sulit ditembus. Mereka berhasil membatasi ruang gerak Lewandowski dan Yamal di sebagian besar laga, terutama di babak pertama.
Di depan, Atletico mengandalkan transisi cepat. Gol pembuka Julián Álvarez di menit 18 lahir dari serangan balik kilat setelah merebut bola di tengah lapangan: De Paul mengirim umpan terobosan, Álvarez menaklukkan Ter Stegen dengan tembakan keras kaki kiri. Griezmann berperan sebagai penghubung antara lini tengah dan depan dengan 1 assist dan 4 key pass. Meski kalah penguasaan bola, Atletico lebih efisien: 9 tembakan (4 on target) dan konversi gol yang jauh lebih baik. Pertahanan mereka hanya kebobolan satu kali dari 14 tembakan Barcelona, menunjukkan disiplin tinggi dalam blok rendah.
Faktor Penentu dan Prediksi Leg Kedua
Kunci kemenangan Barcelona sebenarnya ada pada gol cepat yang gagal mereka ciptakan di 30 menit pertama—jika tercipta, Atletico kemungkinan harus membuka permainan dan memberikan ruang lebih banyak. Sebaliknya, gol tandang Álvarez memberi Atletico keuntungan psikologis dan taktis menuju leg kedua. Barcelona kini harus menang dengan selisih minimal dua gol di Madrid jika ingin lolos tanpa adu penalti.
Atletico akan lebih nyaman bermain di kandang dengan dukungan fans di Wanda Metropolitano. Prediksi leg kedua: Barcelona menang tipis 2–1, tapi agregat 3–2 untuk Atletico atau adu penalti jika skor imbang. Faktor penentu tetap pada efektivitas serangan balik Atletico dan kemampuan Barcelona menembus blok rendah Simeone.
Kesimpulan
Leg pertama semi final Copa del Rey antara Barcelona dan Atletico Madrid berakhir imbang 1-1 dengan taktik yang sangat kontras: pressing tinggi dan penguasaan bola dari Flick vs blok rendah serta serangan balik dari Simeone. Gol tandang Álvarez memberi Atletico keuntungan kecil tapi berarti menuju leg kedua di Wanda Metropolitano. Barcelona masih punya peluang besar dengan keunggulan kualitas individu, tapi Atletico terbukti sekali lagi sebagai tim yang sangat sulit dikalahkan di laga knockout. Duel ini menunjukkan mengapa Copa del Rey selalu penuh kejutan—dan leg kedua di Madrid dijamin bakal lebih panas lagi. Semoga kedua tim bisa tampil maksimal tanpa cedera berarti, dan kita dapatkan final yang layak.