Mbappe Kesal Melihat Timnya Dikalahkan Real Madrid. Pertandingan final Piala Super Spanyol baru-baru ini menjadi momen pahit bagi Real Madrid. Barcelona berhasil mengamankan gelar dengan kemenangan tipis 3-2 atas Los Blancos. Kylian Mbappé, yang baru saja kembali dari cedera lutut dan memaksakan diri bermain sebagai pemain pengganti, tampil di babak kedua. Meski berusaha memberikan kontribusi, ia tidak mampu mengubah nasib timnya. Raut wajah kesal Mbappé terpampang jelas sepanjang laga, terutama saat timnya kebobolan gol penentu kemenangan Barcelona. Kekalahan ini bukan hanya soal trofi, tapi juga memicu kekecewaan besar di kalangan pemain dan pendukung, mengingat status Real Madrid sebagai tim yang biasa mendominasi kompetisi domestik. MAKNA LAGU
Latar Belakang Kekalahan Real Madrid: Mbappe Kesal Melihat Timnya Dikalahkan Real Madrid
Real Madrid memasuki final dengan kondisi yang kurang ideal. Pelatih saat itu, Xabi Alonso, menghadapi tekanan besar setelah hasil-hasil kurang memuaskan di kompetisi lain. Mbappé sendiri baru pulih dari masalah lutut kiri yang membuatnya absen beberapa pekan. Ia memilih mempercepat pemulihan demi membantu tim di laga krusial ini, meski dokter menyarankan istirahat lebih lama. Di lapangan, Madrid kesulitan mengontrol permainan. Barcelona tampil lebih tajam dalam transisi cepat, memanfaatkan kesalahan lini belakang Madrid. Gol-gol dari pemain Barca datang dari serangan balik yang efektif, sementara Madrid boros peluang meski mendominasi penguasaan bola. Mbappé sempat mencoba menusuk pertahanan lawan, tapi kurang dukungan dari rekan setim membuat upayanya sia-sia. Kekalahan ini menambah daftar hasil buruk Madrid musim ini, di mana mereka kerap kalah di momen-momen penting.
Reaksi Mbappé Pasca-Pertandingan: Mbappe Kesal Melihat Timnya Dikalahkan Real Madrid
Mbappé tidak menyembunyikan rasa kesalnya. Saat upacara penghargaan, ia terlihat menolak ikut serta dalam tradisi guard of honor untuk Barcelona. Beberapa pemain Madrid sudah bersiap memberikan penghormatan, tapi Mbappé dengan tegas menghentikan niat itu. Gestur ini langsung menjadi viral dan menuai kritik dari suporter Barcelona serta sebagian media. Wajah frustrasinya semakin kentara ketika ia berjalan keluar lapangan tanpa banyak bicara. Dalam pernyataan setelah laga, Mbappé mengakui bahwa kekalahan ini sangat menyakitkan. Ia merasa tim telah berjuang keras, tapi kurang beruntung di momen krusial. Mbappé juga menyebut cedera yang masih terasa membuatnya tidak bisa tampil maksimal. Rasa kesal ini bukan hanya karena hasil pertandingan, tapi juga karena ia merasa telah mempertaruhkan kondisi fisik demi tim, namun hasilnya tetap mengecewakan.
Dampak Kekalahan terhadap Tim dan Mbappé
Kekalahan ini memicu gejolak di dalam skuad Real Madrid. Tak lama setelah final, Xabi Alonso akhirnya meninggalkan jabatannya sebagai pelatih. Mbappé disebut-sebut sempat berusaha mencegah kepergian Alonso, tapi situasi sudah terlalu rumit. Penggantinya, Alvaro Arbeloa, langsung menghadapi tantangan berat. Mbappé sendiri memilih absen di beberapa laga berikutnya demi pemulihan penuh lututnya. Ia menolak kembali bermain sebelum benar-benar fit, menghindari risiko cedera berulang. Di sisi lain, performa tim terus menurun, termasuk kekalahan mengejutkan di Copa del Rey. Mbappé kemudian angkat bicara membela rekan setimnya, terutama Vinícius Júnior yang menjadi sasaran kritik suporter. Ia menekankan pentingnya solidaritas di tim untuk bangkit dari keterpurukan. Mbappé optimistis Madrid bisa membalikkan keadaan jika semua pihak tetap bersatu dan mendapat dukungan penuh dari fans.
Kesimpulan
Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol meninggalkan luka mendalam bagi Kylian Mbappé. Rasa kesalnya terlihat jelas, mulai dari penolakan guard of honor hingga komentar pasca-laga yang penuh emosi. Meski demikian, Mbappé tetap menunjukkan sikap profesional dengan memprioritaskan pemulihan dan membela rekan setimnya. Situasi ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan hanya soal bakat individu, tapi juga kekompakan tim dan manajemen yang tepat. Bagi Madrid, ini saatnya introspeksi dan bangkit kembali. Mbappé, sebagai salah satu pemain kunci, diyakini akan menjadi motor penggerak perubahan positif ke depan. Fans tentu berharap melihat versi terbaik dari sang bintang Prancis itu di laga-laga mendatang, demi mengembalikan kejayaan Los Blancos.