Chelsea Melakukan Pemecatan ke Enzo Maresca. Chelsea secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih Enzo Maresca pada 1 Januari 2026, tepat di awal tahun baru. Keputusan ini datang secara mendadak setelah periode 18 bulan di mana Maresca membawa klub meraih kesuksesan signifikan, termasuk gelar UEFA Conference League dan FIFA Club World Cup pada 2025. Namun, performa buruk di akhir 2025, ditambah ketegangan internal, membuat hubungan antara pelatih asal Italia itu dengan manajemen klub tak lagi harmonis. Klub menyatakan bahwa perubahan ini diperlukan untuk membalikkan tren negatif dan mengejar target musim ini, termasuk kualifikasi ke Liga Champions. MAKNA LAGU
Latar Belakang Kesuksesan Awal Maresca: Chelsea Melakukan Pemecatan ke Enzo Maresca
Enzo Maresca tiba di Stamford Bridge pada Juli 2024 dengan kontrak panjang hingga 2029. Di musim pertamanya, ia berhasil membawa Chelsea finis di posisi empat besar Premier League, sehingga kembali ke Liga Champions setelah absen dua tahun. Tak hanya itu, tim muda yang ia bangun mampu menjuarai Conference League dengan mengalahkan lawan tangguh di final, serta menjadi juara dunia antarklub usai mengangkat trofi Club World Cup. Prestasi ini menjadi yang pertama di era kepemilikan baru klub sejak 2022. Maresca dikenal dengan pendekatan taktikal yang rapi, fokus pada penguasaan bola, dan pengembangan pemain muda. Pada November 2025, ia bahkan terpilih sebagai manajer terbaik bulan di Premier League berkat performa apik tim.
Penyebab Penurunan Performa dan Ketegangan Internal: Chelsea Melakukan Pemecatan ke Enzo Maresca
Masalah mulai muncul di paruh kedua musim 2025-26. Chelsea hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di liga, membuat mereka tertahan di posisi kelima dengan selisih 15 poin dari pemuncak klasemen. Serangkaian hasil imbang dan kekalahan, termasuk saat menghadapi tim-tim menengah, memicu kritik dari suporter. Di belakang layar, ketegangan semakin memuncak. Maresca sempat menyatakan secara terbuka bahwa ia mengalami “48 jam terburuk” sejak bergabung, meski tanpa penjelasan detail. Isu lain meliputi perbedaan pandangan dengan staf medis mengenai manajemen cedera pemain, serta rotasi skuad yang sering dikritik. Hubungan dengan hierarki klub pun renggang, terutama setelah spekulasi keterkaitan Maresca dengan klub lain, meski ia sempat menegaskan komitmennya.
Dampak dan Langkah Selanjutnya bagi Chelsea
Perpisahan ini meninggalkan Chelsea dalam situasi transisi lagi, yang menjadi pola berulang sejak pergantian kepemilikan. Tim masih berkompetisi di empat ajang, termasuk Liga Champions dan piala domestik, dengan skuad yang relatif muda dan berpotensi. Klub berharap pelatih baru bisa segera membawa stabilitas dan memperbaiki performa di sisa musim. Beberapa nama muncul sebagai kandidat pengganti, dengan fokus pada figur yang sesuai visi jangka panjang. Suporter, meski kecewa dengan hasil akhir, mengakui kontribusi Maresca dalam membangun fondasi tim saat ini.
Kesimpulan
Keberangkatan Enzo Maresca menandai akhir era singkat tapi penuh prestasi di Chelsea. Meski berhasil mengembalikan klub ke jalur trofi dan kompetisi elit Eropa, kombinasi hasil buruk dan masalah internal membuat kelanjutan kerjasama tak mungkin. Keputusan ini mencerminkan tekanan tinggi di dunia sepak bola modern, di mana kesabaran sering kali tipis. Bagi Chelsea, ini menjadi momen untuk merefleksikan strategi jangka panjang sambil tetap mengejar target musim ini. Maresca sendiri meninggalkan warisan positif yang bisa menjadi dasar bagi penggantinya untuk membawa klub kembali ke puncak.