Analisis Taktik Leg 1 Semi Final Copa del Rey. Babak semifinal Copa del Rey 2025/26 menghadirkan dua leg pertama yang penuh nuansa taktik berbeda pada 11-12 Februari 2026. Di San Mamés, Athletic Bilbao kalah tipis 0-1 dari Real Sociedad melalui gol Beñat Turrientes di menit 62, sementara di Riyadh Air Metropolitano, Atletico Madrid menghancurkan Barcelona 4-0 dengan dominasi total di babak pertama. Kedua laga ini menunjukkan kontras pendekatan: satu pertandingan derby Basque yang ketat dan pragmatis, satu lagi pertunjukan pressing tinggi dan transisi kilat dari tim Diego Simeone. Dengan agregat yang berat bagi Barcelona dan keunggulan minim bagi Sociedad, analisis taktik leg pertama ini menjadi kunci memahami apa yang akan terjadi di leg kedua Maret mendatang. Hansi Flick dan Ernesto Valverde punya pekerjaan rumah besar, sementara Simeone dan Imanol Alguacil tampak puas dengan hasil yang mereka dapatkan. BERITA TERKINI
Taktik Real Sociedad di San Mamés: Bertahan Cerdas dan Mematikan di Momen Tepat: Analisis Taktik Leg 1 Semi Final Copa del Rey
Real Sociedad tampil sangat disiplin di kandang Athletic Bilbao. Imanol Alguacil memilih formasi 4-3-3 yang fleksibel, tapi berubah menjadi 4-4-2 saat tanpa bola untuk menutup ruang tengah. Mereka membiarkan Athletic menguasai possession (sekitar 58%) tapi tidak memberi celah di kotak penalti. Lini belakang Sociedad dipimpin Robin Le Normand dan Jon Pacheco yang menang hampir semua duel udara, sementara Zubeldia dan Turrientes mengontrol transisi dengan baik. Gol kemenangan lahir dari serangan balik klasik: intersepsi Soler di tengah, umpan chip Guedes, dan penyelesaian dingin Turrientes. Strategi ini menunjukkan Sociedad lebih memilih menyerap tekanan dan memukul balik daripada mendominasi sepanjang laga. Athletic, di bawah Valverde, menggunakan 4-2-3-1 dengan pressing tinggi, tapi kurang tajam di sepertiga akhir—Williams bersaudara sering terisolasi karena kurangnya overlap dari bek sayap. Kekalahan ini menegaskan bahwa Sociedad lebih unggul dalam efisiensi dan kesabaran, bukan dominasi bola.
Dominasi Atletico Madrid atas Barcelona: Pressing Ganas dan Eksploitasi Kesalahan: Analisis Taktik Leg 1 Semi Final Copa del Rey
Atletico Madrid memberikan pelajaran taktik kepada Barcelona di leg pertama. Diego Simeone menerapkan 5-3-2 yang berubah menjadi 3-5-2 saat menyerang, dengan fokus pressing tinggi sejak menit pertama. Gol own goal Eric García di menit 7 lahir dari tekanan intens Griezmann dan Lookman yang memaksa kesalahan kiper dan bek. Babak pertama berakhir 4-0 karena Atletico memanfaatkan setiap transisi cepat: Griezmann mencetak gol kedua dengan gerakan off-the-ball sempurna, Lookman memanfaatkan ruang kosong di sayap, dan Álvarez menutup dengan tembakan akurat. Barcelona, yang menggunakan 4-3-3 dengan Pedri absen, kesulitan membangun serangan—Lewandowski terisolasi dan Yamal dibatasi oleh Molina. Flick mencoba mengubah formasi di babak kedua dengan memasukkan Fermín dan Raphinha, tapi Atletico tetap kompak dan tidak memberi ruang. Kunci kemenangan Simeone adalah transisi cepat, disiplin posisi, dan eksploitasi kesalahan lawan—sesuatu yang jarang terlihat dari tim Flick musim ini.
Implikasi Taktik untuk Leg Kedua
Leg kedua akan sangat bergantung pada penyesuaian taktik. Di Anoeta, Athletic Bilbao kemungkinan akan lebih agresif sejak awal untuk membalik agregat 0-1. Valverde mungkin menambah intensitas pressing dan memanfaatkan sayap Nico serta Inaki Williams lebih sering, sementara Sociedad bisa bertahan dalam blok rendah dan mengandalkan counter seperti di leg pertama. Di Camp Nou, Barcelona butuh pendekatan berani: Flick hampir pasti akan memainkan formasi menyerang dengan tiga gelandang kreatif dan pressing total untuk mencetak minimal empat gol tanpa kebobolan. Atletico, dengan keunggulan 4-0, kemungkinan bermain lebih pragmatis—fokus bertahan dalam blok menengah dan mencuri gol tandang jika ada kesempatan. Kedua leg kedua akan jadi ujian sejati adaptasi pelatih: apakah Valverde bisa memecah pertahanan Sociedad yang kompak, dan apakah Flick mampu membalik defisit besar melawan Atletico yang sangat terorganisir.
Kesimpulan
Leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/26 menawarkan pelajaran taktik yang berharga. Real Sociedad menunjukkan kekuatan bertahan cerdas dan serangan balik mematikan untuk mencuri kemenangan di San Mamés, sementara Atletico Madrid menampilkan pressing ganas dan eksploitasi kesalahan yang menghancurkan Barcelona 4-0. Analisis ini menggarisbawahi pentingnya efisiensi, disiplin posisi, dan adaptasi di momen krusial. Dengan agregat yang timpang di satu sisi dan ketat di sisi lain, leg kedua diprediksi penuh penyesuaian taktik menarik. Di musim 2025/26 yang kompetitif, hasil semifinal ini akan sangat bergantung pada siapa pelatih yang lebih jago membaca dan merespons lawan—drama Copa del Rey masih jauh dari selesai.